SISTEM ROBOTIK KELAS XI TEKNIK MEKATRONIKA
|
BAB I |
Konsep Fisika Dasar Yang Berkaitan dengan Udara
Bertekanan |
|
TUJUAN PEMBELAJARAN |
|
Setelah mempelajari materi tentang konsep fisika Dasar
yang berkaitan dengan udara bertekanan, peserta didik diharapkan: 1. Menjelaskan konsep standar tekanan udara 2. Menjelaskan tekanan
udara dalam bejana, 3. memahami konsep
penggunaan alat ukur tekanan udara 4.
Mampu menggunakan alat ukur tekanan udara untuk membuktikan
sifat tekanan udara berdasarkan hukum Pascal dan hukum Boyle-Mariotte |
|
PETA
KONSEP |
|||||
|
|
KATA
KUNCI |
|
Hukum Pascal, Tekanan, Temperatur, Boyle-Mariotte, udara bertekanan |
|
PENDAHULUAN |
Tekanan
udara adalah bentuk dasar yang sangat
penting untuk membentuk sebuah sistem pneumatic. Konsep udara bertekanan,
termasuk didalamnya Hukum Pascal
diperlukan untuk membentuk dan menghasilkan system pneumatic yang aman
untuk dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan pendidikan,
maupun sector industry dan UMKM, seperti perbengkelan yang sangat membutuhkan
konsep udara bertekanan ini untuk dipergunakan dalam mengangkat beban yang
berat seperti kendaraan beroda empat. Pada bab ini akan dipelajari Hukum Pascal, Hukum boyle-Mariotte
dan karakteristik udara bertekanan. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas
dibawah ini.
|
MATERI
PEMBELAJARAN |
A. Defenisi
Satuan Tekanan dan Temperatur
Gambar1.1. Konsep tekanan
dihubungkan pada bidang luas sepatu yang menjangkau tanah
Sumber : Static.inilah.com
Tekanan (simbol: p atau P) adalah sebuah istilah dalam fisika yang digunakan untuk menyatakan
besarnya gaya per satuan luas. Perlu diperhatikan, bahwa gaya yang dimaksud disini adalah gaya
yang tegak lurus dengan permukaan dari suatu objek. Tekanan biasanya digunakan
untuk mengukur kekuatan dari suatu zat yang berupa cairan atau gas. Untuk zat
padat jarang digunakan istilah tekanan karena zat pada bentuk dan volumenya
tidak berubah-ubah. Satuan tekanan juga sering dihubungkan dengan
volume(isi) dan suhu. Semakin tinggi tekanan di suatu tempat yang
volumenya sama, maka suhu pada tempat tersebut juga akan semakin tinggi. Hal ini bisa digunakan untuk menjelaskan
mengapa suhu di pegunungan lebih rendah daripada di dataran rendah, karena di
dataran rendah tekanan lebih tinggi. Namun pernyataan tersebut tidak selamanya benar atau
terkecuali untuk uap air, apabila tekanan uap air ditingkatkan maka akan
terjadi perubahan dari gas kembali menjadi cair. Rumus tekanan bisa juga
digunakan untuk menerangkan mengapa pisau yang diasah dan permukaannya menipis
menjadi tajam. Semakin kecil luas permukaan, dengan gaya yang sama akan
dapatkan tekanan yang lebih tinggi. Satuan
Internasional (SI) untuk tekanan adalah Pascal (Pa), pascal ini sama dengan
newton per meter persegi (N/m2). Tekanan udara bisa diukur dengan menggunakan
barometer. (https://www.pelajaran.co.id/)
1.
KLASIFIKASI
MACAM – MACAM JENIS TEKANAN
Secara umum
terdapat dua jenis tekanan, jika tekanan itu berhubungan dengan zat cair
disebut dengan Tekanan Hidrostatis, sedangkan tekanan yang berhubungan dengan zat gas disebut Tekanan
Udara.
a.
Tekanan Hidrostatis
Sesuai dengan namanya, kata
hidrostatis berasal dari dua kata, yaitu “hidro” yang artinya air dan “statis”
yang artinya tetap. Jadi tekanan hidrostatis merupakan tekanan pada zat cair
dalam keadaan diam. Tekanan hidrostatisk ini ada pada kesetimbangan zat cair
dalam posisi diam karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi. Tekanan Hidrostatis
tidak dipengaruhi oleh volume dari zat cair tersebut. Tiga hal utama yang
mempengaruhi tekanan hidrostatis pada suatu tempat adalah :
a. Kedalaman
b. Massa
jenis zat cair tersebut
c. Gaya
gravitasi pada tempat itu
Gambar 1.2. Besar atau kecilnya tekanan hidrostatis
seseorang dipengaruhi oleh jauh atau dekat posisinya dari permukaan air
Sumber : https://www.studiobelajar.com/tekanan-hidrostatis/
b.
Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tekanan yang
menggerakkan massa udara dalam setiap satuan luas tertentu. Alat ukur yang
digunakan untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Satuan dari tekanan
udara adalah milibar (mb). Besarnya tekanan udara akan berbanding terbalik
dengan ketinggian suatu tempat, semakin tinggi tempat tersebut, maka semakin
rendah tekanan udaranya, demikian pula sebaliknya.
Gambar
1.3. Tekanan udara yang terdapat di permukaan bumi
2 PERSAMAAN, RUMUS DAN SATUAN TEKANAN
3.BESARAN – BESARAN FISIKA YANG
BERHUBUNGAN DENGAN TEKANAN
a.
Besaran
Gaya
Gaya adalah segala bentuk interaksi
yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalami perubahan gerak. Dinilai
dari nilai dan arahnya, gaya merupakan besaran vektor fisika karena gaya
memiliki nilai dan arah. Sedangkan dinilai dari jenisnya, gaya termasuk besaran
turunan karena nilainya didapatkan bukan dari pengukuran langsung melainkan
dengan menghubungkan dengan besaran-besaran pokok yang mempengaruhi. Satuan
Internasional (SI) yang dipakai untuk gaya adalah Newton (N). Simbol yang
digunakan untuk melambangkan gaya adalah F (huruf kapital). Alat ukur yang
biasanya digunakan untuk mengukur gaya adalah dinamometer atau neraca
pegas. Dalam mempengaruhi benda, gaya
dapat mengubah posisi benda tersebut, mengubah pergerakannya, ataupun mengubah
bentuk benda. Untuk melakukan sebuah gaya diperlukan usaha, semakin besar gaya
yang ingin dilakukan, maka semakin besar usaha yang harus dikeluarkan.
Gambar 1.4. Alat ukur tekanan udara bentuk analog dan
digital
Sumber : https://abi-blog.com/jenis-jenis-dinamometer-dan-kegunaannya/
2. Besaran Luas
Luas adalah besaran turunan fisika
yang menyatakan ukuran dua dimensi dari suatu bagian permukaan. Nilainya didapatkan dari perkalian dua satuan
panjang sebuah objek. Satuan Internasional (SI) untuk luas adalah meter persegi
(m2). Simbol yang digunakan untuk melambangkan luas adalah A (huruf kapital).
Bentuk dari objek tersebut akan mempengaruhi luasnya, contohnya jika bentuk
objek bujur sangkar maka luas didapatkan dari perkalian kedua sisinya, jika
bentuk objek persegi panjang, maka luas didapatkan dari perkalian panjang dan
lebarnya, jika bentuk objek lingkaran, maka luas didapatkan dari perkalian phi
dengan jari-jari pangkat dua, sedangkan jika bentuknya segitiga, luas objek
didapatkan dari perkalian alas dengan tingginya. https://www.ilmudasar.com/2017/10
Temperatur
Gambar 1.5. Pengukuran temperatur ruangan dengan alat
ukur
http://www.mysecretwindow.se/category/hemma-hos/
Ukuran temperatur berfungsi untuk mengindikasikan adanya
energi panas pada suatu benda padat, cair, atau gas. Metodenya biasanya
menggunakan perubahan salah satu property suatu material karena panas, seperti
pemuaian, dan sifat listrik.
Prinsip
pengukurannya adalah apabila
suatu alat ukur ditempelkan pada benda yang
akan diukur temperaturnya, maka akan terjadi
perpindahan panas ke
alat ukur sampai
terjadi keadaan seimbang. Dengan
demikian temperatur yang terterapada alat ukur adalah sama
dengan temperatur pada
benda yang diukur temperaturnya. Prinsip
tersebut menghasilkan Hukum Thermodinamika Zeroth (Zeroth Law of
Thermodynamics), yaitu apabila dua benda dalam keadaan seimbang thermal dengan benda ketiga maka
dua benda tersebut juga dalam
keadaan seimbang thermal walaupun tidak saling bersentuhan.
Dalam sistem SI
satuan temperatur adalah
Kelvin (K) tanpa derajad. Skala dari ukuran temperatur
dalam derajad Celcius adalah sama dengan skala ukuran Kelvin, tetapi titik 00C
sama dengan 273 K. Titik 00C
adalah kondisi es mencair pada keadaan standard atmosfir, sedang kondisi 0 K
adalah kondisi nol mutlak dimana semua gerakan yang menghasilkan energi pada
semua materi berhenti. Dalam analisis thermodinamika, apabila
yang dimaksudkan adalah ukuran
temperatur maka yang digunakan adalah ukuran dalam K, sedang apabila analisis
berhubungan dengan perbedaan temperatur maka baik ukuran 0C maupu K
dapat digunakan.
Temperatur (temperature) berbeda
dengan kalor (heat). Kalor adalah variabel energi yang berkaitan
dengan temperatur. Semakin tinggi temperatur belum tentu memiliki
energi yang lebih tinggi. Sebaliknya temperatur yang rendah belum tentu
memiliki kalor yang rendah. Sebagai contoh jika ada sebutir peluru yang
temperaturnya sangat tinggi, anggaplah 200 oC dengan air kolam
yang sangat besar yang temperaturnya 80 oC, manakah yang lebih
tinggi kalornya?Tentu jawabannya adalah air kolam. Kalor tidak hanya bergantung
dari temperatur tapi juga bergantung dengan massanya.
Untuk
mengubah satuan temperatur dari satuan yang satu ke yang lain dapat menggunakan
cara dibawah ini:
http://catatan-teknik.blogspot.com/2016/04/variabel-variabel-termodinamika.html
B. Hukum
Pascal
Gambar 1.6. Aplikasi konsep Hukum pascal pada pompa
hidrolik pada pencucian mobil
Sumber
: http://www.mysecretwindow.se/category/hemma-hos/
Kita semua pasti sering melihat kendaraan roda empat yang
di bersihkan atau dengan istilah Doorsmeer menggunakan alat seperti diatas.
Alat seperti diatas memiliki prinsip kerja yang sederhana, namun berdaya guna.
Alat dengan nama Pompa Hidrolik ini menggunakan prinsip kerja yang dikenal
dengan nama Hukum Pascal.
Apakah defenisi hukum Pascal tersebut dan apa saja
penerapannya dalam kehidupan kita sehari-hari? Mari kita baca penjabaran
dibawah ini.
Berbicara tentang Hukum Pascal, inti
dari pengertian hukum pascal adalah keterkaitan antara tekanan yang disebabkan
oleh zat cair dalam ruang tertutup.Adapun Bunyi Hukum Pascal adalah : sebuah Tekanan yang terjadi zat cair
didalam ruang tertutup akan diteruskan
secara merata ke segala arah/tempat.
Contohnya, alat semprot bunga , ketika kita
dorong untuk disemprotkan maka air/udara yang keluar dari lubang penyemprot akan sama besar dan sama kuat. Hal ini
menunjukkan bahwa air dapat menekan secara
merata ke segala arah/tempat.
Pemanfaatan Hukum Pascal yang paling utama adalah dalam hal "memanfaatkan gaya yang kecil namun dapat menghasilkan gaya yang besar contohnya adalah pompa hidrolik untuk
mengangkat kendaraan roda empat. Pompa ini
memiliki dua buah tabung yang luas penampang
tabungnya antar keduanya berbeda. Pada tabung kecil dikerjakan dengan
gaya F1 dan pada tabung besar di kerjakan gaya F2. Hubungan
yang berlaku pada kedua penampang tersebut adalah P1 = P2.
Tekanan yang dihasilkan pada cairan adalah:
Dimana :
P1 = Tekanan pada
penampang kecil ( Pa)
P2 = Tekanan pada penampang
besar (Pa)
A1 = Luas penampang kecil ( m2)
A2 = Luas penampang besar
(m2)
F1 = Gaya pada penampang
kecil (N)
F2 = Gaya pada penampang
besar (N)
Contoh Penggunaan
Rumus Hukum Pascal diatas adalah sebagai berikut :
Luas penampang kecil (A1) adalah
= 100 cm2
Luas penampang besar (A2)
adalah = 1 m2
Perbandingan antara A2/A1 adalah 100 kali
Hal ini berarti, dengan mengerjakan gaya F1 = 15 N pada tabung
kecil, maka gaya yang dihasilkan dan peroleh pada tabung besar adalah :
F2 =
F1
= 15 N x 100
=1.500 N
Dengan demikian, gaya 15 N yang kalau kita perkirakan
mampu untuk digunakan menekan sebuah paku payu payung pada papan, tetapi mampu
menghasilkan gaya sebesar 1500 N yang kira-kira sama dengan berat mobil sedan.
Contoh soal Hukum Pascal :
Pompa hidrolik mempunya luas
penampang kecil 20 cm2. Jika gaya 20 N dapat digunakan untuk mengangkat
mobil dengan berat 8.000 N, berapa luas penampang besar?
Jawabannya adalah :
= 8.000 cm2
= 0,8 m2
Kita sering menjumpai aplikasi pemanfaatan Hukum Pascal dalam kehidupan
sehari-hari, diantaranya adalah :
1. Jembatan Angkat
Contoh
penggunaan jembatan angkat ini bisa kita lihat pada bengkel dan tempat
pencucian mobil. Dengan diangkatnya mobil maka akan mempermudah perbaikan
maupun pembersihan mobil bagian bawah. Didalam reservoir atau bak penampungan
cairan jembatan angkat diisi dengan minyak. Diatasnya permukaan minyak terdapat
udara yang dimampatkan atau dipadatkan sehingga mempunyai tekanan yang tinggi.
Ketika jembatan angkat ini dipergunakan, maka udara yang mampat ini akan
meneruskan tekanan kebagian bawah penghisap yang selanjutnya akan mengangkat
mobil yang diletakkan diatasnya. Dengan cara seperti ini maka akan dengan mudah
mengangkat beban mobil yang berat menjadi mudah dilakukan.
Gambar 1.7. Jembatan angkat
https://pixabay.com/id/photos/jembatan-perairan-jembatan-angkat-3196619/
2. Dongkrak Hidrolik
Tau dongkrak
kan? Alat ini merupakan alat wajib yang harus tersedia didalam mobil karena
akan sangat membantu kita untuk mengganti ban mobil kita ketika bocor. Ketika
dongkrak ditekan atau diungkit, maka penghisap kecil akan menekan cairan yang
berada di reservoir. Cairan ini akan meneruskan tekanan ke penghisap besar
sehingga akan mendorong benda yang ada diatasnya.
Gambar 1.8. Pompa hidrolik
Sumber : https://blog.klikmro.com/cerita-menarik-dari-sejarah-penemuan-dongkrak-hidrolik/
3. Benda lain yang mempergunakan prinsip dasar Hukum Pascal adalah, Kempa Hidrolik yang biasanya digunakan untuk
memeras buah untuk diambil airnya, memadatkan kertas dan lain-lain.
Digunakan juga pada Dental Chair atau
kursi periksa gigi, pompa ban, elevator atau tangga berjalan untuk menaikkan
barang atau orang ke pesawat dan lain-lain.
Gambar 1.9. Kempa hidrolik
4. Rem
cakram hidrolik
Pemanfaatan hukum Pascal
juga diterapkan pada rem (cakram) hidrolik. Rem (cakram) menggunakan fluida
minyak. Ketika kaki menginjak pedal rem, piston (pipa penghubung) akan menekan minyak
yang ada di dalamnya. Tekanan tersebut kemudian diteruskan pada kedua piston
keluaran yang berfungsi untuk mengatur rem. Rem ini akan menjepit piringan
logam yang akibatnya bisa menimbulkan gesekan pada piringan yang melawan arah
gerak piringan sehingga putaran roda berhenti. Ketika piston pertama (A1)
ditekan, maka permukaan piston kedua (A2) akan naik. Dari keadaan
tersebut, berdasarkan hukum pascal bisa dihasilkan hubungan volume minyak yang
didesak sama dengan volume minyak yang naik. Bila volume minyak yang didesak (V1)
sama dengan A1 h1 dan volume minyak yang naik
(V2) sama dengan A2 h2, maka :
V1 =V2
A1 h1 =A2 h2
Dengan keterangan:
h1 = tinggi fluida pada piston
pertama
h2 = tinggi fluida pada piston
kedua
A1 = luas penampang piston pertama
A2 = luas penampang piston kedua
C. Hukum Boyle-Mariotte
Hukum Boyle, yaitu hukum fisika yang
menjelaskan bagaimana kaitan antara tekanan dan volume suatu gas. Penemu hukum boyle adalah Robert Boyle (1627-1691), dia melakukan
penelitian untuk mengetahui hubungan antara tekanan dan volume gas pada suhu
yang konstan. Dari hasil penelitiannya, Robet Boyle menemukan bahwa hasil kali
tekanan dan volume gas dalam ruangan tertutup adalah tetap/konstan.
https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Boyle (ilustrasi hukum Boyle Mariotte)
Hukum Boyle
Hukum
boyle ditemukan oleh Robert Boyle yang menyelidiki pengaruh tekanan terhadap
volume gas pada suhu tetap. Pernyataan Robert Boyle dikenal dengan Hukum Boyle,
yang berbunyi :
“Pada suhu tetap, tekanan gas di dalam ruang tertutup berbanding
terbalik dengan volumenya”
Dari hukum Boyle tersebut
berarti hasil kali tekanan dan volume gas dalam ruang tertutup adalah konstan
(tetap) asalkan suhu gas tetap.
Pernyataan tersebut bila
ditulis dalam bentuk rumus :
P . V = C
Dimana c = bilangan tetap (konstanta)
Bila tekanan diubah maka volum gas
juga berubah maka rumus di atas dapat ditulis sebagai berikut.
P1 . V1 = P2 . V2
Keterangan:
P1 = tekanan
gas mula-mula (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
P2 = tekanan gas akhir (atm, cm Hg, N/m2, Pa)
V1 = volum gas mula-mula (m3, cm3)
V2 = volum gas akhir (m3, cm3)
Penerapan Hukum Boyle
Penerapan Hukum Boyle terdapat pada
prinsip kerja pompa. Pompa adalah alat yang digunakan untuk memindahkan gas
atau zat cair. Berdasarkan prinsip kerja ini, pompa dikelompokkan menjadi dua
jenis, yaitu pompa hisap dan pompa tekan.
Gambar 1.10. Perlatan Dengan Prinsip Hukum Boyle
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2017/10/pengertian-hukum-boyle-rumus-penerapan-contoh-soal.html
Saat penghisap ditarik, maka volume
udara dalam pompa membesar dan udara tidak dapat masuk ke ban sebab harus masuk
melalui katup (ventil) dari karet. Jika pengisap ditekan maka volume udara
dalam pompa mengecil dan udara dapat masuk ke ban melalui ventil karena
tekanannya membesar.
Contoh Soal Terkait Hukum Boyle
Suatu ruangan tertutup mengandung gas
dengan volume 100 ml. Jika tekanan ruangan tersebut adalah 80 cmHg, hitunglah
tekanan gas pada ruangan yang volumenya 250 ml?
Diketahui: V1 = 100 mL ; P1 = 10 cmHg ;
V2 = 250 ml
Ditanya : P2 ?
Jawab :
D. Karakteristik
udara Bertekanan
Kita semua mengetahui, bahwa udara
adalah salah satu bentuk energi di bumi yang bebas kita peroleh dimanapun dan
kapanpun tanpa harus mengeluarkan pengorbanan untuk mendapatkannya. Udara
memiliki beberapa karakteristik seperti yang tersebut dibawah ini.
Karakteristik positif Sistem Pneumatik :
1.Quantity : Tersedia di mana saja dan tak terbatas
2.Transportation : Mudah disalurkan melalui pipa
3.Storage : Dapat disimpan di dalam tanki atau botol
4.Temperature : Udara tidak sensitif terhadap fluktuasi suhu.
5. Explosion-proof : Udara tekan tidak menyebabkan terjadinya ledakan.
6.Cleanliness : Udara tekan sangat bersih tidak menimbulkan polusi.
7.Construction : Konstruksi komponen
pnumatik relatif sederhana.
8.Speed : Udara tekan
merupakan working medium yang mempunyai respon cepat [1-2 m/s]
Karakteristik Positif Sistem Penumatik :
1.
Udara banyak mengandung uap air,
sehingga bila kita tidak memastkan udara yang masuk kedalam sistem alat kita,
maka alat kita akan cepat karatan akibat hal tersebut.
Comments
Post a Comment